Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus atau biasa disebut kencing manis yang selama ini dikenal luas di masyarakat Indonesia. Jenis penyakit ini semakin populer seiring dengan semakin majunya kehidupan yang diiringi dengan pola makan masyarakat yang semakin maju. Namun, pola makan tersebut mayoritas pola makan yang salah, dimana masyarakat sangat jarang memperhatikan kandungan yang ada dalam makanan sehingga bukan zat makanan bermanfaat yang dikonsumsi namun zat makanan yang dapat menyebabkan penyakit seperti konsumsi zat gula berlebih tanpa diimbangi olah raga cukup, sehingga kadar gula dalam darah tinggi yang biasa disebut kencing manis (DM). Dahulu kita hanya tahu jika kencing manis adalah penyakit keturunan, namun sekarang mayoritas disebabkan pola makan yang kurang tepat.

Seiring dengan hal itu pula, penyakit kencing manis dapat dikendalikan bahkan disembuhkan. Cara yang paling sering dilakukan di kalangan masyarakat adalah dengan konsumsi obat kimia. Penggunaan obat kimia memang dapat dirasakan relatif lebih cepat, namun, pasien tidak menyadari bahwa obat kimia mempunyai efek samping yang dapat merusak organ tubuh yang lain misal ginjal atau liver (hati). Sejak jaman nenek moyang kita sebenarnya sudah diajarkan dan digunakan pengobatan dengan herbal. Konsumsi obat herbal pasti mempunyai efek samping yang sangat minim  sehingga relatif aman untuk organ tubuh yang lain. efek kerja yang relatif lambat sering membuat penderita ragu menggunakan obat herbal, hal ini disebabkan cara kerja herbal yang bekerja dengan cara mengembalikan fungsi organ dalam hal ini pankreas agar berfungsi normal kembali menormalkan kadar gula dalam darah.

Gejala (symptome):

Gejala yang timbul pada seseorang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal (hiperglikemia). Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan dapat timbul pada semua umur. Penyakit diabetes bisa muncul secara mendadak pada anak-anak dan orang dewasa muda. Pada orang yang telah berumur penyakit ini sering muncul tanpa gejala dan kerap baru diketahui bila yang bersangkutan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Gejala lain yang sering ditimbulkan yaitu: rasa haus, banyak kencing, sering merasa lapar (banyak makan) tetapi berat badan semakin menurun, gangguan kulit (gatal-gatal), badan terasa lemah, sering kesemutan terutama di ujung-ujung jari, kadang-kadang pandangan kabur, kulit kering dsb. Ada dua faktor utama penyebab diabetes: faktor genetis (bakat turunan) dan gaya hidup (pola makan-minum, berpikir dsb).

Berikut beberapa resep yang akan coa saya bagikan :

Beberapa ramuan untuk diabetes

  1. 1.     Ramuan untuk Kencing Manis (Faktor turunan dominan)
    Komposisi:
    semua bahan berupa bahan segar

–       Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa LINN).                                            7 lembar

–       Biji / Kulit Batang Jamblang / Juwet (Syzygium cumini (L.) Skeels.).       1 jari tangan

–       Rimpang Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb).                                1 jari tangan

–       Biji Kelabet (Trigonella focnum grascum L).                                                 1 sdt

–       Herba Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)                                       1 genggam

Semua bahan dicampur jadi satu

Cara Pemakaian:

Rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih di atas api kecil, disaring dan diminum airnya pagi dan sore 1 gelas.

  1. 2.     Ramuan untuk Kencing Manis (Faktor Gaya Hidup Salah)
    Komposisi:
    semua bahan berupa bahan segar

–       Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa LINN).                                     5 lembar

–       Kulit Batang Jamblang / Juwet (Syzygium cumini (L.) Skeels.). 1 jari tangan

–       Rimpang Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb).           1 jari tangan

–       Rimpang Lempuyang (Zingiber zerumbet L.).                            1 jari tangan

–       Kulit batang Pulai (Alstonia scholaris R.Br)                                   1 jari tangan

Semua bahan dicampur jadi satu

Cara Pemakaian:

Rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih di atas api kecil, disaring dan diminum airnya pagi dan sore 1 gelas.

Kandungan kimia tumbuhan obat untuk Kencing Manis.

Ÿ Bungur : Ilantisulzat fitoinsulin berfungsi sebagai hipoglikemik.
Ÿ Jamblang/juwet : Glukosida jambolin, jambosin jambulot dan suatu zat hipoglikemik terutama karena pola makan minum.
Ÿ Temu lawak : Kurkuminoid dan minyak atsiri. Membantu memperbaiki metabolisme lemak dan karbohidrat.
Ÿ Kelabet : Alkaloid, trigonelin, kolin, minyak atsiri, asam mikotinal diosgenin. Membantu meningkatkan fungsi pankreas serta mengurangi kemungkinan gangguan fungsi ginjal akibat kencing manis.
Ÿ Sambiloto : Flavonoid dan lakton (deoxyandrogra pholide andrographolide, neoandrographolide, 14-deoxy-11, 12 didehydro andrographolide, dan homoandrographolide). Alkane, ketone, aldehyde, panekulin, kalmegin, minyak atsiri. Masuk meridian jantung dan membersihkan darah, mengurangi kemungkinan terkena ganggren pada penderita diabet.
Ÿ Lempuyang : Minyak atsiri, jinjerot, resin, pati; pembersih darah, mengurangi rasa nyeri dan pereda kejang (kelumpuhan), memperbaiki sirkulasi darah.
Ÿ Pule/Pulai : Difanin, ekitanin, ekitenin, ekiserin, ekitin, ekitun; pembersih darah dan pereda kejang.

Ini tadi sedikit tulisan kami, semoga bermanfaat bagi anda, Sekarang ini semakin banyak pasien yang harus cuci darah, hal ini karena efek obat kimia yang merusak organ tubuh, penyesalan pasti datang belakangan. Kami siap menampung konsultasi penyakit dengan solusi herbal 081 55 66 82 489

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s